Jumat, 26 Agustus 2011

Kalimat Utama & Gagasan Utama

Sebuah tulisan seperti artikel atau esai biasanya membahas ide yang cukup luas yang biasa disebut topik (pokok pembicaraan). Topik tersebut biasanya dibahas secara runtut setahap demi setahap dari subtopik ke subtopik yang lain hingga pembahasan tentang topik yang luas itu selesai. Ketika membicarakan subtopik-subtopik itu biasanya penulis akan membuat serangkaian tulisan yang terdiri dari paragraf-paragraf. Jadi, paragraf adalah satuan ide atau satuan gagasan yang kecil yang apabila dirangkai dengan satuan ide yang lain, akan membentuk sebuah karya tulis yang lengkap. Bagian-bagian yang menyusun paragraf itu adalah kalimat utama, kalimat penjelas, gagasan utama, dan gagasan penjelas.
Berikut ini akan dibahas lebih lanjut tentang kalimat utama, kalimat penjelas, gagasan utama, dan gagasan penjelas beserta contoh-contohnya.

Kalimat Utama dan Jenis Paragraf

Kalimat utama adalah sebuah kalimat yang diperjelas oleh kalimat-kalimat lain dalam suatu paragraf. Dengan kata lain, kalimat utama adalah kalimat yang berisi gagasan utama. Kalimat penjelas adalah kalimat yang memperjelas, menguraikan, atau berupa rincian-rincian tentang kalimat utama. Dengan kata lain, kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi gagasan penjelas.
Kalimat utama bisa terletak di awal paragraf, di akhir paragraf, di awal dan akhir paragraf, atau di awal sampai akhir paragraf. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Paragraf yang kalimat utamanya berada di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan akhir paragraf disebut paragraf campuran. Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal sampai akhir paragraf sebenarnya tidak mempunyai istilah khusus, namun biasanya kalimat utama akan berada di awal sampai akhir paragraf jika paragraf tersebut berupa narasi atau deskripsi. Paragraf narasi adalah paragraf yang berisi cerita. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu sehingga pembaca seolah-olah dapat ikut menyaksikan sesuatu yang digambarkan itu. Perhatikan contoh paragraf di bawah ini!
Contoh:
          (1) Rumah temanku sungguh tampak mewah mengagumkan. (2) Dinding-dinding rumah bagian dalam dihiasi permata. (3) Lantainya terbuat dari marmer. (4) Pintu-pintu kamar terbuat dari emas. (5) Meja kursi terbuat dari bahan alumunium dan monel.
Perhatikanlah kalimat-kalimat yang ada dalam contoh paragraf di atas! Ketika kita membaca kalimat 1, kita tentu masih bertanya-tanya, “Seperti apa kemewahan rumahnya? Mengapa rumahnya tampak mewah mengagumkan?” Nah, ternyata pertanyaan-pertanyaan itu terjawab oleh kalimat 2, 3, 4, dan 5. Maka dari itu, kalimat 2, 3, 4, dan 5 itu disebut kalimat penjelas karena berfungsi untuk mendukung atau memperjelas kalimat 1, sedangkan kalimat 1 disebut kalimat utama. Karena kalimat utama berada di awal paragraf, paragraf tersebut disebut paragraf deduktif.
Contoh:
          (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana yang terkumpul itu dibelikan beragam bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.
Ketika membaca paragraf di atas, tentunya kita akan membaca kalimat 1 lebih dulu, kemudian kalimat 2, dan seterusnya. Ketika membaca kalimat 1, kita tidak akan bertanya-tanya karena isinya memang sudah jelas. Tidak ada hal yang bisa membuat kita bertanya-tanya dalam kalimat 1. Setelah itu, kita akan langsung membaca kalimat 2 dan kalimat 3. Ternyata, kalimat 1, 2, dan 3 itu hanya bercerita tentang kegiatan yang dilakukan oleh Aremania. Ketika membaca kalimat 4, kita akan langsung sadar, ternyata kalimat 1, 2, dan 3 itu hanya digunakan sebagai bukti dan pendukung agar kita bisa menerima isi kalimat 4. Tampak sekali bahwa kalimat 4 itu merupakan pernyataan umum/global/general yang mencakup isi kalimat 1, 2, dan 3. Dengan kata lain, kalimat 4 itu merupakan pernyataan yang menyimpulkan isi kalimat 1, 2, dan 3. Maka dari itu, kalimat 4 disebut kalimat utama, sedangkan kalimat 1, 2, dan 3 disebut kalimat penjelas. Karena kalimat utama berada di akhir paragraf, paragraf tersebut disebut paragraf induktif.

Gagasan Utama Paragraf

Gagasan utama paragraf lazim disebut ide pokok paragraf atau pokok pikiran paragraf atau pikiran utama paragraf. Gagasan utama paragraf adalah gagasan yang terdapat di dalam kalimat utama, yang diperjelas oleh gagasan penjelas, dan yang menjadi inti/pokok pembahasan suatu paragraf. Oleh karena itu, gagasan utama paragraf itu sama dengan ide pokok paragraf, pokok pikiran paragraf, atau pikiran utama paragraf.
Gagasan penjelas paragraf adalah gagasan yang terdapat di dalam kalimat penjelas, yang berfungsi memperjelas gagasan utama, dan tidak menjadi inti/pokok pembahasan suatu paragraf. Gagasan penjelas bisa berupa contoh-contoh, bukti-bukti, data-data, fakta-fakta, penjabaran, detail, dan lain sebagainya yang digunakan untuk memperjelas gagasan utama.
Contoh:
          (1) Rumah temanku sungguh tampak mewah mengagumkan. (2) Dinding-dinding rumah bagian dalam dihiasi permata. (3) Lantainya terbuat dari marmer. (4) Pintu-pintu kamar terbuat dari emas. (5) Meja kursi terbuat dari bahan alumunium dan monel.
Antara gagasan dan kalimat itu ibarat nyawa dan raganya. Kalimat adalah raga atau fisiknya, sedangkan gagasan adalah nyawa atau ruhnya. Tadi sudah dibahas bahwa kalimat utama dalam paragraf contoh tersebut adalah kalimat 1, sedangkan kalimat penjelasnya adalah kalimat 2 s.d. 5. Oleh karena itu, gagasan utama paragraf tersebut adalah rumah temanku mewah mengagumkan (gagasan kalimat 1), sedangkan gagasan penjelasnya adalah dinding rumah dihiasi permata, lantai terbuat dari marmer, pintu kamar terbuat dari emas, dan meja-kursi terbuat dari alumunium dan monel (gagasan kalimat 2 s.d. 5).
Contoh:
          (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana yang terkumpul itu dibelikan beragam bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.
Sebelumnya, sudah kita bahas bahwa kalimat utama dalam paragraf contoh tersebut adalah kalimat 4, sedangkan kalimat penjelasnya adalah kalimat 1, 2, dan 3. Oleh karena itu, gagasan utama paragraf tersebut adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial (gagasan kalimat 4), sedangkan gagasan penjelasnya adalah Aremania mengumpulkan dana sumbangan, dana yang terkumpul dibelikan beragam bahan kebutuhan hidup, dan bahan-bahan kebutuhan hidup dibagikan ke berbagai panti asuhan (gagasan kalimat 1, 2, dan 3).

Gagasan Utama Teks

Tidak perlu bingung dengan istilah gagasan utama teks. Istilah ini bisa diubah-ubah tergantung pada jenis teksnya. Bila jenis teksnya adalah tajuk rencana, maka istilah tersebut bisa kita ubah menjadi gagasan utama tajuk. Bila jenis teksnya adalah berita, maka istilah tersebut bisa kita ubah menjadi gagasan utama berita. Pengertian gagasan utama teks juga tidak jauh berbeda dari pengertian gagasan utama paragraf. Bedanya, gagasan utama paragraf itu mengacu pada satu paragraf, sedangkan gagasan utama teks itu mengacu pada satu teks. Jadi, gagasan utama teks adalah topik atau hal pokok yang dibicarakan dalam sebuah teks atau pokok pembicaraan sebuah teks.
Ada dua cara menemukan gagasan utama teks. Pertama, dengan memahami maksud pembicaraan atau hal pokok yang dibicarakan dalam teks tersebut. Ciri pertama ini adalah cara paling cepat. Cukup dengan membaca sekilas sebuah teks, kita biasanya akan segera dapat mengidentifikasi hal pokok yang dibicarakan. Kedua, dengan menemukan ide pokok tiap paragraf lebih dulu, kemudian dari gabungan ide pokok tiap-tiap paragraf itu kita simpulkan hal pokok yang dibicarakan dalam teks tersebut.
Contoh:
          (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana itu digunakan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial.
           (1) Tidak hanya itu, Aremania juga terkenal sebagai suporter kreatif dan atraktif. (2) Aremania hanya kelompok suporter, bukan seniman musik, tetapi ternyata mereka bisa menciptakan lagu. (3) Banyak sudah lagu yang mereka ciptakan, bahkan juga banyak yang ditiru oleh suporter lain. (4) Aremania juga bisa menggelar pentas kedua di pinggir lapangan dengan melakukan tarian-tarian kompak sambil bernyanyi walau tanpa latihan sebelumnya.
           (1) Aremania juga terkenal sebagai suporter sportif. (2) Ketika Arema bertandang ke kandang Persebaya, bonek melakukan pelemparan-pelemparan pada pemain Arema sehingga kaca bus pecah-pecah dan beberapa pemain terluka. (3) Namun, pada putaran kedua, ketika Persebaya bertandang ke kandang Arema, Aremania sama sekali tidak melakukan pembalasan. (4) Aremania tetap menjaga kedamaian, bahkan memberikan kalung bunga pada pemain Persebaya sebagai tanda penghormatan.
Pembahasan:
(1)_Gagasan utama paragraf 1 adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial (gagasan kalimat 4) karena kalimat ini diperjelas oleh kalimat-kalimat yang lain. Kalimat 1, 2, dan 3 adalah gagasan penjelas karena isinya memperjelas gagasan kalimat 4.
(2)_Gagasan utama paragraf 2 adalah Aremania terkenal sebagai suporter kreatif dan atraktif (gagasan kalimat 1) karena kalimat ini diperjelas oleh gagasan kalimat-kalimat yang lain. Gagasan kalimat 2 (Aremania bukan seniman, tapi bisa menciptakan lagu), gagasan kalimat 3 (banyak lagu yang sudah mereka ciptakan), dan gagasan kalimat 4 (Aremania bisa menggelar pentas kedua di pinggir lapangan) disebut gagasan penjelas karena hanya berisi data-data faktual yang memperjelas gagasan kalimat 1.
(3)_Dalam paragraf 3, kalimat 1 berupa gagasan yang masih memerlukan penjelasan atau bukti-bukti. Ternyata, kalimat 2 s.d. 4 berisi bukti-bukti yang memperkuat atau memperjelas pernyataan kalimat 1. Oleh karena itu, gagasan utama paragraf 3 adalah Aremania terkenal sebagai suporter sportif (gagasan kalimat 1).
(4)_Kita sudah mengetahui bahwa gagasan utama paragraf 1 adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial, gagasan utama paragraf 2 adalah Aremania terkenal sebagai suporter kreatif dan atraktif, dan gagasan utama paragraf 3 adalah Aremania terkenal sebagai suporter sportif. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa gagasan utama teks di atas adalah Aremania adalah suporter berkepedulian sosial, kreatif, atraktif, dan sportif (watak Aremania).

Ringkasan

@ Gagasan utama paragraf selalu terdapat di dalam kalimat utama, sedangkan gagasan penjelas paragraf terdapat di dalam kalimat penjelas. @ Cara paling mudah menemukan gagasan utama paragraf adalah dengan menemukan kalimat utamanya lebih dulu. @ Cara paling mudah untuk menemukan kalimat utama adalah dengan mencari kalimat yang diperjelas oleh kalimat-kalimat yang lain. @ Untuk menemukan gagasan utama teks, ada dua alternatif cara, yaitu: (1) dengan cara menemukan ide pokok tiap-tiap paragraf (gagasan utama paragraf) lebih dulu, lalu menggabungkan gagasan utama tiap-tiap paragraf tersebut dan menyimpulkannya; (2) dengan cara memahami maksud pembicaraan seluruh isi teks bacaan tersebut.

Daftar Pustaka

Abdul Rani dan Aries Purwanto. 1995. Bahasa Indonesia Terapan. Surabaya: Universitas Wijaya Kusuma Press.
Dendy Sugono. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Cetakan ke-1. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Gorys Keraf. 1984. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Cetakan ke-7. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah.
Henry Guntur Tarigan. 1993. Pengajaran Wacana. Cetakan ke-10. Bandung: Penerbit Angkasa.

2 komentar:

alan wari mengatakan...

saya ucapkan terimakasih atas ilmunya :)

Fauzi Alamsyah mengatakan...

terima kasih banyak mas, kebetulan saya mau ujian nasional jadi mohon do'anya yaa :)