Kamis, 25 Agustus 2011

Berita

Berita adalah laporan yang disajikan melalui media massa (surat kabar, televisi, radio, dll.), yang bersifat faktual, aktual, dan penting bagi khalayak. Faktual berarti sesuai kenyataan, bukan karangan fiktif. Aktual berarti baru saja terjadi, belum diketahui banyak orang, dan masih hangat untuk dibicarakan. Jadi, sebuah laporan tidak akan dianggap berita apabila kejadian yang dilaporkan itu (1) fiktif, tidak benar-benar terjadi; (2) sudah berlangsung lama; (3) sudah diketahui banyak orang; atau (4) sudah tidak hangat untuk dibicarakan.

Struktur Berita & Unsur-Unsur Berita

Teks berita disusun dengan menggunakan struktur piramida terbalik seperti pada bagan di bawah ini.
[bagan- struktur berita berupa piramida terbalik]
Bagian lead news (teras berita) memiliki sifat paling penting dibanding bagian body news dan leg news. Teras berita berisi informasi yang paling penting, paling esensial, dan merupakan pokok-pokok isi berita. Maka dari itu, apabila kita ingin mengetahui pokok-pokok isi berita, maka kita cukup membaca paragraf pertama berita tersebut.
Karena teras berita harus berisi pokok-pokok isi berita, teras berita ditulis dengan rumus 5W1H. 5W1H merupakan singkatan dari unsur-unsur berita: what (apa), where (di mana), when (kapan), who (siapa), why (mengapa), dan how (bagaimana). Artinya, di dalam teras berita, harus ada informasi yang menjawab pertanyaan:
(1) Apa peristiwa/kejadian/kenyataan yang diberitakan? (unsur what)
(2) Di mana peristiwa/kejadian/kenyataan itu terjadi? (unsur where)
(3) Kapan peristiwa/kejadian/kenyataan itu terjadi? (unsur when)
(4) Siapa pelaku, dalang, korban, atau orang yang terlibat di dalamnya? (unsur who)
Keterangan: Unsur who ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu: (1) institution who, yakni unsur who yang berupa institusi atau lembaga; (2) individual who, yakni unsur who yang berupa perseorangan/individu; dan (3) plural who, yakni unsur who yang berupa kelompok orang.
(5) Mengapa peristiwa/kejadian/kenyataan itu terjadi? (unsur why)
Keterangan: Unsur why adalah unsur yang berupa informasi tentang penyebab, motivasi, atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa/kejadian/kenyataan.
(6) Bagaimana kronologi peristiwanya, bagaimana caranya, bagaimana akibatnya, bagaimana proses kejadiannya? (unsur how)
Bagian body news (tubuh berita) memiliki sifat cukup penting karena berisi informasi-informasi yang memperjelas, memperdetail, atau memperinci informasi dalam teras berita. Bagian leg news (kaki berita) memiliki sifat kurang penting karena hanya berupa informasi tambahan yang jika dihilangkan tidak akan berpengaruh pada kelengkapan berita.
Ada tiga alasan berita ditulis dengan struktur piramida terbalik. Pertama, agar pembaca yang sangat sibuk bisa langsung mengetahui garis besar isi berita dengan hanya membaca paragraf pertama (paragraf teras berita). Kedua, agar editor bisa langsung memotong kaki berita jika berita terlalu panjang sementara kolom koran yang tersedia sangat terbatas. Ketiga, agar wartawan tidak sampai melupakan atau melewatkan informasi penting dalam berita yang ia tulis.

Pedoman Penulisan Berita

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyusun Pedoman Penulisan Berita yang isinya antara lain sebagai berikut.
(1)   Teras berita ditempatkan di paragraf pertama dan harus mencerminkan pokok terpenting berita.
(2)   Teras berita tidak lebih dari 45 kata dan sebaiknya tidak lebih dari 3 kalimat.
(3)   Hal-hal yang tidak begitu mendesak hendaknya dimuat dalam tubuh berita.
(4)   Unsur why dan how diperjelas dalam tubuh berita, tidak dalam teras berita.
Berdasarkan pedoman yang sudah disepakati oleh PWI tersebut, dapat disimpulkan bahwa unsur what, where, when, dan who itu wajib ditulis dalam teras berita, tidak boleh dalam tubuh berita. Unsur why dan how yang dirasa sangat penting, menarik, dan berkaitan erat dengan pokok berita ditulis dalam teras berita, sedangkan unsur why dan how yang tidak terlalu penting harus diuraikan dalam tubuh berita.
Ketika membuat teras berita, seorang jurnalis bebas menentukan pola penyajiannya, bisa berupa what-where-when-who, who-what-why-where-when, how-who-what-where-when, dan lain sebagainya. Pola penyajian teras berita tidak harus selalu diawali oleh salah satu unsur 5W1H, boleh juga diawali oleh pertanyaan (question), komentar (comment), kutipan perkataan tokoh (quotation), jeritan (exclamation), dan lain-lain.
Berdasarkan unsur yang mengawalinya, teras berita terbagi menjadi bermacam-macam, antara lain: (1) what lead, yaitu teras berita diawali unsur apa; (2) who lead, yaitu teras berita diawali unsur siapa; (3) when lead, yaitu teras berita diawali unsur kapan; (4) where lead, yaitu teras berita diawali unsur di mana; (5) why lead, yaitu teras berita diawali unsur mengapa; (6) how lead, yaitu teras berita diawali unsur bagaimana; (7) quotation lead, yaitu teras berita diawali perkataan seseorang; (8) question lead, yaitu teras berita diawali pertanyaan; (9) comment lead, yaitu teras berita diawali komentar; dan lain-lain. Adapun pola kelanjutannya bisa bermacam-macam, tergantung pada jurnalisnya. What lead, misalnya, bisa berpola what-where-when-why, what-when-where-how, what-when-where-why, dan lain-lain. Who lead bisa berpola who-what-where-when-why,  who-what-how-where-when, dan lain-lain.
Karena ada tiga macam unsur who, who lead (teras berita siapa) terbagi menjadi tiga macam pula, yaitu: (1) who lead individual, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang berupa satu orang; (2) who lead plural, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang berupa dua orang atau lebih (banyak orang); dan (3) who lead institution, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang berupa lembaga/institusi.

Contoh Teras Berita & Analisisnya

1.
Kebakaran terjadi di pasar Klojen pada Sabtu malam, 1 Mei 2010. Menurut kesaksian warga, beberapa orang tak dikenal sengaja melakukan sabotase listrik. ð Analisis: teras berita ini berjenis what lead yang disajikan dengan pola apa-di mana-kapan-mengapa. Buktinya:
(1) Apa peristiwanya? Kebakaran.
(2) Di mana kejadiannya? Di pasar Klojen.
(3) Kapan kejadiannya? Sabtu malam, 1 Mei 2010.
(4) Mengapa hal itu terjadi? Karena beberapa orang tak dikenal sengaja melakukan sabotase listrik.


2.
Julia Perez menegaskan, dirinya akan terus maju dalam pilkada Bupati Pacitan meskipun terjadi kontroversi di tengah masyarakat. Hal itu dikatakan di rumahnya pada Minggu, 25 April 2010. ð Analisis: teras berita ini berjenis who lead individual yang disajikan dengan pola siapa-apa-di mana-kapan. Buktinya:
(1) Siapa yang diberitakan? Julia Perez.
(2) Apa yang dilaporkan? Perkataan Julia Perez yang menyatakan bahwa Julia Perez akan terus maju dalam pilkada.
(3) Di mana hal itu diungkapkan? Di rumah Julia Perez.
(4) Kapan hal itu diungkapkan? Minggu, 25 April 2010.


3.
Arema Indonesia kalah 1 : 4 melawan Persipura pada Sabtu, 24 April 2010, di Jayapura. Kekalahan Arema itu menjadikan poin Persipura bertambah 3 angka sehingga totalnya sekarang 56, namun hal itu masih belum mampu menggeser posisi Arema Indonesia dari puncak klasemen karena poin Arema sudah mencapai 60. ð Analisis: teras berita ini berjenis who lead institution yang disajikan dengan pola siapa-apa-di mana-kapan-bagaimana. Buktinya:
(1) Siapa yang diberitakan? Arema Indonesia.
(2) Peristiwa apa yang diberitakan? Kekalahan Arema 1 : 4 ketika melawan Persipura.
(3) Di mana kejadiannya? Di Jayapura.
(4) Kapan terjadinya? Sabtu, 24 April 2010.
(5) Bagaimana akibatnya? Poin Persipura bertambah 3 sehingga menjadi 56, namun Arema Indonesia masih menduduki puncak klasemen karena poin sebelumnya sudah mencapai 60.


4.
Dua orang pelaku curanmor  dihajar, dimutilasi, dan dibakar oleh massa. “Biar tidak terjadi lagi, Mas. Di sini sangat sering terjadi curanmor. Polisi tidak pernah bisa menangkap mereka. Sekarang warga sudah marah sekali, Mas,” ujar salah seorang anggota massa. ð Analisis: teras berita ini berjenis who lead plural yang disajikan dengan pola siapa-apa-mengapa. Buktinya:
(1) Siapa yang diberitakan? Dua orang pelaku curanmor (pencurian motor).
(2) Apa peristiwanya? Dua pelaku curanmor dihajar, dimutilasi, dan dibakar oleh massa.
(3) Mengapa hal itu sampai terjadi? Karena polisi tidak bisa menangkap mereka dan warga sudah marah sekali. Warga ingin curanmor tidak terjadi lagi di daerahnya.


5.
Sungguh malang nasib TKW kita. Sutinah (26) pulang dengan luka di sekujur tubuhnya akibat disiksa majikannya di Arab Saudi. Sutinah bisa pulang setelah berhasil menelepon kedubes RI secara sembunyi-sembunyi dan melaporkan kejadian yang menimpanya. Salah seorang staf kedubes menjemputnya dan mengantarnya pulang ke Indonesia dengan pesawat. ð Analisis: teras berita ini berjenis comment lead yang disajikan dengan pola komentar-siapa-apa-mengapa-bagaimana. Buktinya:
(1) Komentar penulis berita: Sungguh malang nasib TKW kita.
(2) Siapa yang diberitakan? Sutinah.
(3) Apa peristiwanya? Seorang TKW pulang dengan luka di sekujur tubuhnya.
(4) Mengapa peristiwa itu terjadi? Ia disiksa majikannya ketika bekerja di Arab Saudi.
(5) Bagaimana proses kepulangannya? Dengan sembunyi-sembunyi ia menelepon kedubes RI dan melaporkan kejadian yang menimpanya. Setelah itu, ia dijemput dan diantar pulang ke Indonesia dengan pesawat.

Daftar Pustaka

A.S. Haris Sumadiria. 2008. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature (Panduan Praktis Jurnalis Profesional). Cetakan ke-3. Bandung: Penerbit Simbiosa Rekatama Media.
Gorys Keraf. 1984. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Cetakan ke-7. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah.
Henry Guntur Tarigan. 2000. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa   bekerjasama dengan Ditjen Dikdasmen Depdiknas dalam Proyek Peningkatan Mutu SLTP.
Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat. 2007. Jurnalistik: Teori dan Praktik. Cetakan ke-3. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Totok Djuroto. 2003. Teknik Mencari dan Menulis Berita. Edisi ke-2. Cetakan ke-1. Semarang: Penerbit Dahara Prize.

Tidak ada komentar: